Hi Quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Langanan Via E-mail

Ayo Pelajari Carannya

Cara Mendapatkan Promo Barang Murah

Cara Belanja Lebih Irit dan Hemat

Cara Alami Membuat Masakan Supaya Tidak Cepat Basi Tanpa Menggunakan Bahan Pengawet Berbahaya.




Seringkali kita begitu kesal menemukan masakan yang kita masak sudah dalam kedaan tidak layak untuk di konsumsi, padahal masakan tersebut baru saja di masak tadi pagi dan siang harinya sudah basi, apa penyebabnya ? dan bagaimana cara mengatasi ? mari kita pelajarai caranya bersama, Cara Alami Membuat Masakan Agar Tidak Cepat Basi, tanpa menggunakan bahan pengawet berbahaya.

Berikut ini salah satu video tutorial yang isinya memberikan Tip's dan solusi kepada kita Supaya masakan kita Tidak Cepat Basi Tanpa Menggunakan Bahan Pengawet Berbahaya, selamat menyimak.




SEKILAS INFO


http://goo.gl/ctFNpk

Mau Pempers Gratis Premium Care New Born isi 13 Gratis ?  Tersedia 40 Ribu Paket Sample Gratis Isi 13 Pcs untuk Anda !



Good Luck!


Cek Info Promo Berikutnya Di Sini


Atau Di --> SINI



Sebelum kita membahas lebih jauh tentang  Bagaimana cara membuat Masakan Supaya Tidak Cepat Basi Tanpa Menggunakan Bahan Pengawet Berbahaya, kita perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu, karena ada makanan yang mudah basi dan ada pula makanan yang bisa bertahan cukup lama baru basi.

Apa Itu Makanan Basi?

Apa sih sebenarnya makanan basi itu? Sebelum dijawab, mari kita jawab dulu pertanyaan yang satu ini, apa itu makanan? Makanan adalah bahan yang dimakan atau masuk ke dalam tubuh sebagai sumber nutrisi dan tenaga. Sebagai sumber nutrisi dan tenaga, bahan makanan yang lo makan sehari-hari, dari nasi sampe buah, mengandung beberapa unsur atau senyawa nutrisi esensial, seperti air, karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, enzim, pigmen, dan lain-lain.

Nah, yang di sebut basi itu apa? Makanan bisa dikatakan basi saat molekul-molekul penyusunnya sudah banyak yang berubah. Berubah jadi apa? Bisa macam-macam, contohnya, molekul senyawa gula (glukosa) hasil pencernaan karbohidrat dari roti berubah jadi molekul asam organik, seperti asam piruvat. Saat molekul penyusunnya berubah, kualitas makanan juga ikut berubah. Jika senyawa penyusunnya berubah menjadi senyawa lain yang tidak biasa dimakan manusia, kualitas makanan bisa kita katakan jadi berkurang. Misalnya, roti sisir coklat yang baru anda makan separuh yang seharusnya rasanya manis, berubah jadi asam karena molekul gulanya sudah berubah jadi asam piruvat ketika anda membiarkan rotinya di atas meja seharian, disaat molekul yang berubah itu sudah cukup banyak sampai makanan itu sudah tidak layak di makan buat manusia, makanan itu yang biasa kita sebut sebagai makanan basi.

Bagaimana Makanan Bisa Menjadi Basi ?

Karena anda sudah mengerti makanan basi itu apa, mari kita bahas pertanyaan selanjutnya. Kenapa makanan bisa basi? Atau jika kita menggunakan pengertian makanan basi di atas, gimana bisa molekul penyusun makanan bisa berubah sehingga membuat makanan itu menjadi basi? Penyebabnya bisa macam-macam, tetapi secara umum dan yang paling dominan itu ada 3 hal, yaitu karena oksidasi alami, enzim, dan pengaruh mikroorganisme.

1. Oksidasi Alami

Oksidasi merupakan reaksi yang sangat umum terjadi di alam. Secara sederhana, oksidasi adalah interaksi antara molekul oksigen (yang biasanya ada di udara) dengan zat lain, seperti logam hingga jaringan hidup. Oksidasi ternyata ikut bertanggung jawab dalam turunnya kualitas makanan. Interaksi antara oksigen yang ada di udara dengan molekul-molekul penyusun makanan, yang ga lo tutup tudung saji, membuat struktur molekul makanan berubah. Contoh yang sederhana proses oksidasi dari makanan adalah vitamin dan lemak, Bau tengik dari makanan basi bisa diakibatkan oleh molekul lemak yang udah teroksidasi. Untuk buah, proses oksidasi pigmen yang ada di buah tersebut juga bisa membuat warna dari buah jadi tidak menarik bagi kita.

2. Pengaruh Mikroorganisme

Cukup sering, bahan makanan kita sehari-hari terkontaminasi oleh mikroorganisme, khususnya jika kebersihannya kurang dijaga. Mikroorganisme, seperti bakteri atau jamur, sangat berperan sebagai organisme pengurai. Sebagai pengurai, pastinya organisme-organisme tersebut bakalan merubah molekul-molekul yang ada di makanan, jadi ya kualitasnya turun. Dan karena mikroorganisme itu bisa berkembang biak dengan cepat saat media tumbuhnya cocok (nutrisi cocok, suhunya pas, dll), mikroorganisme jadi salah satu faktor utama yang dapat membuat makanan jadi cepat basi jika makanan tidak disimpan dengan baik.

3. Reaksi Enzimatik

Enzim  selalu ada di dalam tubuh mahluk hidup, di pelajaran Biologi, kita sering belajar tentang enzim, enzim adalah senyawa yang berguna sebagai katalisator atau mempercepat proses suatu reaksi. Misalnya saja, ada reaksi dalam tubuh kita yang seharusnya berlangsung selama 2 hari. Dengan bantuan enzim, reaksi itu bisa selesai hanya dalam waktu 2 jam saja. Mungkin yang paling anda ingat adalah enzim-enzim pencernaan (amilase, pepsin, lipase, dll) yang membantu proses perombakan makanan di sistem pencernaan kita.

Enzim pastinya juga terdapat di dalam bahan makanan kita sehari-hari. Entah itu alami dari bahan makanannya, dari mikroorganisme yang mengkontaminasi bahan makanan tersebut, atau bahkan dari air liur ketika kita menggigit makanan tersebut. Dalam konteks mengurangi kualitas makanan, enzim berperan ke pembusukan dan perubahan tekstur dari makanan hasil bumi yang belum diolah, seperti daging, sayur dan buah-buahan. Mayoritas enzim yang bisa membuat makanan jadi rusak itu adalah enzim yang sifatnya mempercepat proses 0ksidasi dari makanan. Selain itu, enzim yang mengatur pematangan buah juga secara alami bisa bikin buah itu jadi lembek dan berwarna kehitaman.


Berikut ini Beberapa Cara Menyimpan Masakan anda agar Tidak Cepat Basi !



Sebelum menyimpan masakan, pastikan Anda menghangatkannya terlebih dahulu. Untuk sayuran berkuah, pastikan proses menghangatkannya hingga mendidih. Untuk olahan sambal atau masakan berbumbu kental, Anda bisa menambahkan sedikit air, kemudian memasaknya hingga kering.

Jangan tutup rapat makanan saat panas
Setelah masakan dihangatkan, diamkan hingga panas menguap/agak dingin, barulah Anda bisa menutup dan menyimpan masakan. Karena menutup langsung saat makanan panas akan membuat uap air masuk dalam masakan yang menjadi penyebab masakan basi.

Simpan dalam wadah kedap udara
Wadah kedap udara menjadi pilihan yang tepat untuk menyimpan masakan, karena lebih aman dan maksimal dalam menjaga makanan agar tidak terkontaminasi bakteri/kuman yang merusak makanan. Jangan lupa pilih wadah penyimpanan yang berkualitas baik, misalnya terbuat dari bahan antara lain : botol, plastik, alumunium, stainless, dan lainnya.

Hindari Menyentuh/Mengaduk Makanan di Tempat Penyimpanan
Ketika masakan sudah dihangatkan dan disimpan, pastikan Anda tidak menyentuh/mengaduk makanan kembali, karena hal tersebut akan membuat makanan lebih mudah basi. Jika keesokan harinya, Anda hendak mengonsumsi makanan tersebut, silahkan menghangatkan terlebih dahulu.

Hindari menyimpan makanan di luar Ruangan
Meskipun sudah dihangatkan, namun Anda jangan menyimpan masakan diluar ruangan terlalu lama, karena rentan terkontaminasi bakteri/kuman yang membuat makanan lebih cepat basi.

Simpan makanan ke dalam Kulkas
Setelah dihangatkan dan disimpan kedalam wadah kedap udara, Anda bisa menyimpannya ke dalam kulkas agar makanan lebih tahan lama dan tidak mudah basi. Pastikan juga kulkas tidak dalam kondisi penuh sesak agar masakan Anda memiliki ruang untuk sirkulasi udara yang baik.


Kesimpulannya : Beberapa faktor yang menyebabkan Masakan menjadi basi adalah cuaca, kuman melalui kulit, air, udara,atau saat proses memasak.


Berikut ini 10 Tip's yang bisa anda Praktekan ketika Membuat Masakan Supaya Tidak Cepat Basi Tanpa Menggunakan Bahan Pengawet Berbahaya.

  1. Sebelum mengolah makanan, pastikan tangan bersih setiap kali hendak memegang makanan. Lepaskan perhiasan, termasuk cincin dan jam tangan. Cuci tangan dengan air hangat dan deterjen. pastikan juga kuku jari tangan sudah terpotong rapi. Cuci tangan sekali lagi setiap kali selesai menangani bahan makanan mentah, ke toilet, atau setelah membersihkan sampah atau memegang binatang peliharaan. Bila terkena luka teriris ditangan, balutlah luka iris dengan kain atau plester steril yang tahan air. Gantilah kain atau plester itu setiap hari sampai luka sembuh.
  2. Jaga supaya permukaan meja dapur, saluran air, dinding, lantai, peralatan masak, serta alat-alat makan dalam keadaan bersih dan kering. Disinfeksi alat-alat masak dengan air hangat dan detergen sesering mungkin, serta segera lap tumpahan makanan.
  3. Memasak tujuan utama selain menambah kelezatan dan juga lebih bertujuan membunuh bakteri. Jadi pada saat mencicipi masakan gunakan sendok jangan gunakan jari atau telapak tangan. Gunakan sendok sekali saja dan jangan diulang-ulang, kecuali dicuci lebih dahulu..Karna makanan bisa terkontaminasi lewat tangan dan ludah kita.
  4. Pada saat akan memasukkan bahan makanan yg berkuah tunggu sampai air mendidih secara sempurna terutama makanan yang bersanten.
  5. Setelah makanan matang, apabila akan disimpan beberapa hari segera sejukkan/dinginkan makanan beberapa jam tersebut dengan merendam wadah makanan di dalam air es. Untuk melakukan ini, pilih wadah makanan yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap dingin, sehingga saat wadah direndam dalam air es, suhu makanan akan lebih cepat turun.
  6. pada saat memasak nasi di rice cooker setelah beras menjadi nasi (sudah keep warming). matikan listriknya, aduk-aduk nasi biar tidak menjadi padat. hilangkan uap nasi, kemudian tutup kembali atau bisa dengan cara gunakan lap bersih kemudian simpan diatas nasi lalu tutup, Hal ini berfungsi agar uap air tidak jatuh ke nasi. Beberapa jam lunch atau dinner baru lah di nyalakan kembali listriknya.
  7. Magic com atau rice cooker sejatinya bukanlah mesin ajaib penyimpan nasi hingga berhari-hari, namun hanya merupakan penghangat (warmer).
  8. Tak Basi. Bila berlebih, masukkan sisa makanan ke dalam lemari es agar tak cepat basi. Saat akan dihidangkan lagi, keluarkan dan biarkan beberapa lama sampai dinginnya berkurang. Lalu, rebus di dalam air mendidih sekitar 30 menit dan tiriskan. Rasanya, tentu saja masih tetap enak.
  9. Jika sudah beli ayam, daging atau ikan misalnya akan di masak malam hari atau besoknya tambahkan lumuri daging/ayam.ikan yg udah dicuci bersih dengan garam dan merica.
  10. Jika ingin makanan lebih awet dan segar, bisa diletakkan dalam kulkas, Jika anda dalam perjalanan bisa disimpan di dalam cooler box.


PENUTUP :
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga agar masakan tidak mudah basi. Berikut ini cara-caranya :
  •  Bahan masakan harus bersih
Sebaiknya makanan yang akan dimasak harus bersih mulai dari bumbu, bahan dan alat memasak. Biasanya faktor penyebab makanan mudah basi karena ketiga kompenen tersebut sudah tidak segar dan bersih.
Oleh karena itu Anda harus memilih bahan makanan dengan kualitas yang bagus, tak terkecuali bumbu masakan. Dan pearalatan yang digunakan juga harus bersih. Misalnya, selalu bersihkan pisau setelah selesai dipakai baik untuk memotong ikan, daging atau bahan lainnya.
  •  Perhatikan pemakaian sendok
Sebaiknya Anda tidak meletakkan sendok yang sudah dipakai, dan Anda pakai untuk mengambil makanan di dalam wadah. Perlu Anda ketahui bahwa sendok bisa menyebabkan makanan cepat basi karena alat ini penghantar bagi mikroorganisme penyebab pembusukan.
  •  Menghangatkan hidangan makanan
Sebelum disantap, sebaiknya makanan dihangatkan terlebih dahulu supaya enak dikonsumsi. Menghangatkan makanan dengan api ukuran sedang hingga uap panas meresap ke dalam bahan masakan. Setelah makanan selesai dipanaskan, gantilah wadah makanan dengan wadah yang baru untuk menghilangkan penyebaran bakteri

Artikel ini dirangkum Dari Berbagai Sumber


      Sebelum Anda Menutup Halaman Ini ada baiknya anda berbagi kasih dengan  membagikan Informasi bermanfaat ini kepada teman - teman yang lain dengan cara menekan Tombol Share Di bawah Postingan ini, agar semakin banyak orang yang di berkati lewat informasi yang anda bagikan.





0 komentar:

Poskan Komentar