Hi Quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Langanan Via E-mail

Ayo Pelajari Carannya

Cara Mendapatkan Promo Barang Murah

Cara Belanja Lebih Irit dan Hemat

Cara Membuat Kecap Asin dan Kecap Manis Sendiri Dari Bahan Kedelai




Kecap adalah salah satu penyedap rasa yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dan salah satu produk olahan kacang kedelai yang pada umumnya digunakan oleh para ibu - ibu rumah tangga dan tukan masak sebagai bahan pelengkap bumbu masakan, yaitu kecap. bahan utama kecap terbuat dari kedelai hitam, melalui fermentasi maka jadilah kecap Asin dan Kecap Manis, lalu apakah susah membuatnya ? oooo Tentu saja Tidak ! karena sebenarnya membuat kecap itu sangat mudah sekali, selain itu aroma dan juga kebersihan kecap buatan sendiri tentunya lebih terjamin, apakah anda tertarik untuk mencobanya ? sebelum kita pelajari langkah demi langkah tentang Cara Membuat Kecap Asin dan Kecap Manis Sendiri Dari Bahan Kedelai hitam, mari kita saksikan salah satu video Tutorial tentang bagaimana cara mengolah kedelai hitam menjadi kecap buatan sendiri yang harum dan lezat, selamat menyimak !




SEKILAS INFO


http://goo.gl/ctFNpk

Mau Pempers Gratis Premium Care New Born isi 13 Gratis ? Tersedia 40 Ribu Paket Sample Gratis Isi 13 Pcs untuk Anda !


Good Luck!


Info Promo Berikutnya ---> KLIK DI SINI



Atau Di --> SINI



Video di atas adalah gambaran proses membuat kecap dalam skala industri, namun untuk skala rumah tangga anda juga dapat mencobanya, anda dapat membuatnya sendiri dirumah dengan beberapa bahan dan Resep Membuat Kecap yang banyak ditemukan di majalah maupun situs internet atau dengan memperaktekan resep berikut ini :

Bahan-bahan yang di butuhkan :
  • 1 kg kedelai hitam
  • 3 grm ragi tempe
  • 3 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 4 cm lengkuas
  • 1 sdt pokak
  • 6 kg gula merah ( untuk Kecap manis ! )
  • 1 1/2 liter air untuk melarutkan gula merah
  • 800 gr garam ( Untuk Kecap Asin ! )
  Proses Membuat Kecap:
  1. Langkah pertama cuci terlebih dahulu kedelai hingga bersih kemudian rendam selama satu malam.
  2. Setelah direndam semalaman, rebus hingga kulit kedelai menjadi lunak, angkat dan tiriskan.
  3. Beri ragi tempe pada kedelai yang telah didinginkan, aduk hingga rata lalu diamkan pada suhu ruang selama 3-5 hari.
  4. Setelah kedelai yang disimpan tersebut ditumbuhi jamur dan berwarna putih merata, tambahkan larutan garam, kemudian masukkan ke dalam wadah dan biarkan selama 3-4 minggu dalam suhu ruang. (batas maksimal proses penggaraman adalah 2 bulan)
  5. Setelah proses penggaraman selesai, tuang air bersih lalu masak hingga mendidih. Angkat dan saring.
  6. Tambahkan hasil saringan tersebut dengan larutan gula merah dan bumbu, kecuali daun salam dan daun jeruk. Lalu giling hingga halus dan tercampur rata.
  7. Setelah semuanya tercampur rata, masak hasil saringan tersebut sambil diaduk kembali hingga rata. Angkat ketika air mendidih dan tidak berbuih lagi.
  8. Tiriskan adonan lalu saring menggunakan kain saring. Kecap buatan anda pun siap untuk di nikmati.
Yang perlu anda perhatikan dalam pembuatan kecap tersebut adalah memberikan ragi sesuai dengan banyaknya kedelai, agar tidak menyebabkan kegagalan jamur yang tumbuh saat proses fermentasi.


Cara lainnya :
Inilah Proses Pembuatan kecap
Komposisi Kedelai per 100 gram Bahan
KOMPONEN KADAR (%)
Protein 35-45
Lemak 18-32
Karbohidrat 12-30
Air 7
BAHANNYA :
   1. Kedelai (putih atau hitam) 1 kg
   2. Jamur tempe 3 gram
   3. atau daun usar 1 lembar
   4. Daun salam 2 lembar
   5. Sereh 1 batang pendek
   6. Daun jeruk 1 lembar
   7. Laos ¼ potong
   8. Pokak 1 sendok teh
   9. Gula merah 6 kg
  10. Air (untuk melarutkan gula merah) 1 ½ liter
  11. Garam dapur 800 gram untuk 4 liter air

ALAT - ALAT YANG DI PERLUKAN :

   1. Panci
   2. Tampah (nyiru)
   3. Kain saring
   4. Sendok pengaduk
   5. Botol yang sudah disterilkan

PROSES PEMBUATAN
  1. Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam. Kemudian rebus sampai kulit kedelai menjadi lunak, lalu tiriskan di atas tampah dan dinginkan
  2. Beri jamur tempe pada kedelai yang didinginkan. Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25 0 ~30°C) selama 3~5 hari;
  3. Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam. Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 minggu pada suhu kamar (25 0 ~30°C). Batas maksimum proses penggaraman adalah dua bulan;
  4. Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih lalu saring;
  5. Masukkan kembali hasil saringan, tambah gula dan bumbu-bumbu. Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan sereh) disangrai terlebih dahulu kemudian digiling halus dan campur hingga rata.
    Penambahan gula merah untuk:
             1. Kecap manis : tiap 1 liter hasil saringan membutuhkan 2 kg gula merah
             2. Kecap asin : tiap 1 liter hasil saringan membutuhkan 2 ½ ons gula merah
  6. Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk. Perebusan dihentikan apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi;
  7. Setelah adonan tersebut masak, saring dengan kain saring. Hasil saringan yang diperoleh merupakan kecap yang siap untuk dibitilkan.
    Catatan :
             1. Pemberian jamur harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya kedelai, agar tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh.
             2. Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan sempurna.Bila tidak, jamur yang ditebarkan diatasnya akan mati.
             3. Bahan baku untuk pembuatan kecap, selain dari kacang kedelai dapat juga dari biji kecipir, dengan proses pembuatan yang sama.
image


Proses Pembuatan Kecap Untuk Skala Industri Rumah Tangga
  1. Mula-mula kedelai difermentasi  menjadi semacam tempe kedelai, kemudian “tempe” ini dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam. Garam merupakan senyawa yang selektif terhadap pertumbuhan mikroba. Hanya mikroba tahan garam saja yang tumbuh pada rendaman kedelai tersebut. Mikroba yang tumbuh pada rendaman kedelai pada umumnya dari jenis khamir dan bakteri tahan garam, seperti Zygosaccharomyces (khamir) dan Lactobacillus (bakteri). Mikroba ini merombak protein menjadi asam-asam amino dan komponen rasa dan aroma, serta menghasilkan asam. Fermentasi tersebut terjadi jika kadar garam cukup tinggi, yaitu antara 15 sampai 20%.

  2. BAHAN
    1. Kedelai.
    2. Garam.
    3. Laru / ragi tempe
  3. PERALATAN

    1. Wadah perendam.
    2. Wadah fermentasi
    3. Wadah perebus.
    4. Tampah
    5. Kompor
    6. Kain penyaring
    7. Botol
    8. Alat penutup botol.
  4. CARA PEMBUATAN

    1. Pencucian dan perendaman. Kedelai dibersihkan dan dicuci sampai bersih. Kemudian kedelai direndam di dalam air bersih selama 12 jam. Setelah itu, kedelai dimasukkan ke dalam karung dan diinjak-injak sehingga biji terbelah dua. Pemecahan biji juga dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling tipe cakram. Biji kedelai yang telah terbelah ini kemudian dicuci sampai bersih.
    2. Perebusan. Kedelai direbus di dalam air mendidih selama 40-60 menit. Tiap kg kedelai memerlukan 2 liter air perebus. Setelah itu kedelai ditiriskan dan didinginkan. Air perebus tidak dibuang, tapi akan digunakan untuk pembuatan larutan garam.
    3. Fermentasi menjadi tempe. Kedelai ditaburi laru tempe (1 gram untuk 1 kg kedelai), dan diaduk-aduk sampai rata. Setelah itu kedelai dihamparkan di atas tampah setebal 2-3 cm dan ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan di atas para-para yang terhindar dari serangga dan cahaya matahari langsung selama 4-5 hari sampai kapang cukup tebal menutupi tempe kedelai.
    4. Penjemuran tempe. Biji tempe dipisah-pisahkan dengan tangan, kemudian dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai biji tempe agak kering (kadar air dibawah 18%).
    5. Penyiapan larutan garam 20%. Untuk tiap 1 liter air bekas perebus ditambah dengan 2 liter air segar dan garam 600 gram. Campuran ini diaduk-aduk agar garam larut dengan sempurna.
    6. Fermentasi garam untuk kecap no. 1. Biji tempe kering dimasukkan ke dalam larutan garam. Tiap 1 kg butiran tempe kering membutuhkan 4 liter larutan garam. Perendaman di lakukan di dalam wadah perendam selama 10-15 minggu. Pada siang hari manakala langit tidak tertutup awan, atau tidak hujan, wadah dipindahkan ke udara terbuka, dan penutup wadah dibuka. Setelah fermentasi di dalam larutan garam selesai, saluran di bagian dasar wadah dibuka, dan cairan yang keluar ditampung. Cairan ini disebut sebagai kecap nomor 1.
    7. Fermentasi garam untuk kecap no. 2. Ampas yang tertinggal pada wadah perendam ditambah lagi dengan larutan garam 20% (tiap 1 kg butiran tempe ditambah dengan 3 liter larutan garam). Selanjutnya perendaman dilakukan selama 8-10 minggu dengan cara yang sama dengan cara pengolahan No. 6. Setelah fermentasi selesai, cairan dikeluarkan dan cairan ini disebut sebagai kecap nomor 2. Ampas direndam di dalam air bersih kemudian diperas atau dipress, dan dapat dijadikan bahan pakan ternak.
    8. Penyiapan bumbu kecap asin.
      1. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
      2. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas), dan
      3. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas), dan
      4. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter cairan kecap membutuhkan 20 gram kayu manis). Gula merah dan bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali.
    9. Penyiapan bumbu kecap manis,
      1. Gula merah diiris-iris, dan digiling sampai halus (tiap liter kecap membutuhkan 500 gram gula merah),
      2. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe),
      3. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan keca membutuhkan 40 gram lengkuas), dan
      4. Kayu manis dipotong kecl-kecil (tiap liter cairan kecap membutuhkan 20 gram kayu manis). Gula merah dan bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali.
    10. Pembumbuan dan pemasakan kecap manis. Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambah dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 1,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekadar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap manis yang telah dibungkus di atas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan digoyang – goyangkan. Cairan diaduk terus menerus selama 2-3 jam sampai volume menjadi setengah dari semula. Sampai pemanasan selesai dilakukan, bumbu yang terbungkus kain kasa tadi tetap berada di dalam cairan yang sedang dimasak. Kecap yang dihasilkan adalah kecap manis. Ketika masih panas, kecap manis ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
    11. Pembumbuan dan pemasakan kecap asin. Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambah dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 1,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekadar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap asin yang telah dibungkus di atas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan digoyang-goyangkan. Cairan diaduk terus menerus selama 2 –3 jam sampai volume menjadi setengah dari semula. Sampai pemanasan selesai dilakukan, bumbu yang terbungkus kain kasa tadi tetap berada di dalam cairan yang sedang dimasak. Kecap yang dihasilkan adalah kecap asin. Ketika masih panas, kecap asin ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
    12. Pembotolan. Kecap yang telah dingin dikemas di dalam botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.
Membuat Kecap IkanCara pembuatan kecap ikan tidak selalu sama dengan kecap asin bahan kedelai,  Masing-masing mempunyai cara tersendiri tergantung selera, kebiasaan serta ketrampilan si pembuat.  Oleh karena itu kualitas produk yang dihasilkan juga berbeda-beda.  Selain secara fermentasi dengan penambahan garam, kecap ikan  dapat dibuat dengan cara hidrolisis enzimatis.  Penambahan enzim pada pembuatan kecap ikan  berfungsi untuk mempercepat hidrolisis protein.

Bahan dan Alat
Bahan :
Ikan, Enzim papain
Bumbu-bumbu :
Gula merah, Wijen, Laos, Pekak, Sereh, Ketumbar, Bawang putih, Kemiri, Daun salam
Alat-alat
Kompor, pisau, panci, blender, termometer, kain saring

Cara Pembuatan

1.    Daging ikan yang sudah dihancurkan sebanyak 50 g dimasukkan ke dalam wadah berisi 250 ml air
2.    Enzim dicampurkan dengan konsentrasi  0,6%
3.    Diinkubasi pada suhu 50˚C selama 32 jam
4.    Didiamkan selama 30 menit kemudian disaring dengan kain saring sehingga didapatkan hasil hidrolisa daging ikan yang siap dimasak
5.    Mencampur hasil hidrolisa daging ikan dengan bumbu yang sudah disangrai terlebih dahulu, dan memasaknya selama 15 menit.  Bumbu yan gditambahkan adalah gula merah, laos, sereh, bawang putih, daun salam, ketumbar, pekak, wijen, adas, dan kemiri.
6.    Setelah selesai pemasakan, kecap yang dihasilkan disaring.


Selamat Mencoba !

Artikel ini dirangkum Dari Berbagai Sumber


      Sebelum Anda Menutup Halaman Ini ada baiknya anda berbagi kasih dengan  membagikan Informasi bermanfaat ini kepada teman - teman yang lain dengan cara menekan Tombol Share Di bawah Postingan ini, agar semakin banyak orang yang di berkati lewat informasi yang anda bagikan.


0 komentar:

Poskan Komentar